Showing posts with label MyBlog. Show all posts
Showing posts with label MyBlog. Show all posts

Tuesday, April 28, 2020

Korban Tewas Akibat Gempa Bertambah

Sementara itu, masih menurut BNPB, gempa 7,3 SR yang berpusat di 142 km barat daya Kota Tasikmalaya itu juga membuat sejumlah besar orang mengungsi. Terdata jumlah pengungsi di Kabupaten Sukabumi sebanyak 140 orang. Sehingga total pengungsi di Jawa Barat hingga pukul 15.00 wib tercatat  sebanyak 25.382 jiwa. Pengungsi tersebar di Kabupaten Cianjur (11.787),  Garut (8.195),  Tasikmalaya (450), Kota Tasikmalaya (3.387), Kabupaten Bogor (663), Ciamis (473), Kuningan (287), dan Sukabumi (140).  Sedangkan, pengungsi di Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah terdata sebanyak 2.388 jiwa.

Sumber: Kompas.com

Kami keluarga besar Bidanku.com mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas korban akibat bencana alam gempa, semoga arwah yang meninggal di terima di sisi-Nya dan bagi yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan ketabahan

Tips Mudik Lebaran Yang Aman dan Nyaman

Yang tak kalah pentingnya adalah kondisi kendaraan, pastikan jauh-jauh hari bahwa kendaraan yang akan dipakai sudah siap ‘tempur’. Berikut tips mudik bagi anda yang hendak bersilahturahmi kepada keluarga di kampung halaman :

Meninggalkan Milis

Bagi anda yang aktif bergabung dengan sebuah milis, pastikan anda merubah message delivery sehingga anda tidak mengalami kelebihan kapasitas yang berpotensi membuat anda kena bounching.

Untuk perubahan ini mudah saja, anda tinggal mengirim email kepada moderator untuk permohonan berhenti dari milis atau menerima diggest (rangkuman email perhari).

Kondisi Tubuh

Pastikan bahwa sebelum mudik anda dan keluarga berada dalam kondisi yang fit. Terutama bagi driver

Kondisi Mobil dan Perlengkapan Mobil

Sebelum dipakai ‘bertempur’ alias mudik, periksakan kondisi kendaraan anda di bengkel langganan ((tune-up komplit, rem, ban, wiper, radiator, tali kipas/AC, aki, dll). Dan jangan lupa membawa perlengkapan alat-alat mobil (tools kit), dongkrak, tali derek, ban serep, kotak P3K, segitiga pengaman, kunci roda palang, senter,dll.

Bawa Air Mentah

Bawalah air mentah di dalam jerigen 5 liter atau jika tidak ada jerigen bisa memakai bekas botol air mineral besar (1 literan) untuk mengisi radiator bila kurang. Ar juga bisa untuk mencuci tangan bila selesai ganti ban kalau bocor atau kempes. Tak ada salahnya ada juga membawa sabun. Air ini juga berguna bila bawa anak kecil/bayi tiba-tiba ‘pup’ saat kita tengah berada di daerah yang sulit air (misalnya: sawah, hutan)

Bekal Makanan

Pastikan anda membawa bekal makanan yang praktis dan bisa dimakan sambil terus berkendara. Saat mudik disarankan untuk tidak asal makan di restoran/rumah makan tempat pemberhentian Bus Antar Kota karena di saat-saat seperti itu dikhawatirkan cara masak dan mencuci piringnya kurang bersih karena pengunjung sangat padat dan banyak yang harus dilayani.

Lebih terjamin bila anda membawa makanan sendiri. Tapi kalau bekal habis anda bisa masuk ke dalam kota dimana anda lewat untuk mencari restoran fast food fried chiken. Yang pasti anak-anak suka dan lebih baik kebersihannya.

Packing Barang/ Muatan Dengan Benar

Urutkan barang/ muatan berdasarkan tingkat kebutuhan. Yang memiliki kemungkinan sangat besar dibutuhkan saat dalam perjalanan diletakkan di tempat atau posisi yang paling mudah dikeluarkan. Supaya tidak perlu bongkar muat tiap kali butuh sesuatu.

Kebelet Pipis

Ini adalah masalah rutin para pemudik. Untuk anak-anak dan laki-laki sih hal ini bukan masalah besar, tinggal berhenti saja di pinggir jalan dan beres deh. Tapi untuk para wanita ini bukanlah hal yang mudah. Untuk mengatasinya carilah pompa bensin yang besar pasti ada toiletnya yang cukup bersih, bila kotor, cari lagi berjalan beberapa kilometer. Atau anda bisa juga mencari Wartel, Kantor Polisi, Pusat Pertokoan, Losmen, Hotel, Masjid, dll.

Raja Setan Jalanan

Yang harus diingat adalah jika kita berkendara dengan mobil pribadi di Jalur Pantura adalah siap mengalah dengan Bus Antar Kota/Propinsi, mereka ini “Raja Setan Jalanan Pantura”. Jangan coba-coba adu balap meski kita ada di jalur yang benar. Bila dari arah berlawanan tiba-tiba ada Bus yang melancangi truk gandeng yang berjalan lamban, Anda harus siap mengurangi kecepatan dan minggir ke kiri.

Bahkan bila perlu turun/keluar dari jalan aspal. Jangan ambil resiko, lebih baik mengalah. Bukankah Anda dan keluarga ingin tiba di kampung halaman dengan selamat?

Si Keong dan Si Kura-Kura

Lain bus lain lagi truk gandeng maupun truk engkel. Kalau truk-truk ini dikenalnya sebagai si Keong atau si Kura-Kura karena begitu lamban jalannya. Bagi mereka yang sering lewat Pantura pasti tahu betapa menjengkelkannya kendaran ini. Sudah jalnnya lambat, mereka ‘ngotot’ berjalan di jalur kanan pula.

Jika bertemu dengan tru jenis ini kita harus ekstra sabar dan hati-hati, cobalah menyalip dari sebelah kiri. Minta co-driver melihat ke depan apakah lajur depan sebelah kiri kosong dan aman untuk menyalip atau tidak? Yang perlu diperhatikan adalah apakah di kiri depan ada motor,becak, sepeda, mobil mogok/parkir, lobang, jembatan sempit, dll.

Bila aman tak ada halangan menyaliplah “dari jalur kiri” dengan tetap waspada, apalagi kalau yang disalip itu konvoi truk yang panjang.

Bawa Peta Jalur Mudik

Jangan lupa membawa peta jalur mudik, karena ini sangat penting dan berguna. Hendaknya pilihlah peta yang memuat jalur-jalur alternatif secara detail, ini penting sekali apabila terjadi kemacetan di suatu titik. Dan jangan lupa peta tersebut dilengkapi dengan nomor-nomor telepon penting, info tol sepanjang Pulau Jawa, dll.

Bawa HP & Chargernya

Sebaiknya sebelum berangkat charge HP anda sampai penuh. Untuk daerah/area tertentu yang Anda lewati akan terjadi “blank spot” untuk kartu tertentu, lebih baik jika salah satu anggota keluarga punya HP dengan kartu yang berbeda. Jadi bila terjadi blankspot masih bisa pakai HP satunya lagi.

Memonitor Milis

Bila ada kesempatan, sekali-kali monitorlah milis yang anda ikuti, siapa tahu ada teman yang sedang on-line. Bagi yang tidak punya laptop, tidak perlu berkecil hati, anda tinggal mencari warnet saja bukan?

Obat-Obatan

Bawa obat-obatan yang biasa digunakan, jangan lupa itu! Terutama untuk anak-anak.

Waktu Berangkat

Jika anda berangkat pagi jam 06.00: Bisa lihat pemandangan, restoran dan bengkel mobil pasti buka, bila mobil tua dan AC kurang bagus anak- anak kasihan akan tersiksa karena panas apalagi kalau macet, sepanjang jalan yang dilewati kita akan ketemu pasar tradisional di kota kecamatan/kabupaten yang pasti macet, banyak orang menyeberang, becak, sepeda, ojek, dll, ketemu dengan “Panitia” Pembangunan Masjid yang minta sumbangan.

Harap hati-hati dengan drum yang ditaruh di tengah-tengah jalan, jangan sampai ngebut melewati mereka. Bagi anda yang berkacamata minus sebaiknya jalan pagi saja.

Berangkat sore/malam jam 17.00: Tidak bisa lihat pemandangan, hanya restoran dan bengkel 24 jam saja yang buka, anak-anak bisa tidur tidak ribut, tidak panas baik di dalam mobil maupun di luar, tidak ada pasar tradisional, tidak ada Panitia Pembangunan Masjid. Bila kita mau menyalip di tikungan akan kelihatan dari sinar lampu mobil dari arah berlawanan. Hanya saja kita harus ekstra hati-hati dan jangan sampai mengantuk.

Berikan no. HP dan telepon di kampung halaman ke tetangga atau RT

Ini dimaksutkan agar Anda bisa dihubungi kalau terjadi sesuatu di rumah Anda.

Arus Balik dan Pulang Balik

Harap simpan tenaga dan tetap jaga kesehatan untuk siap pulang balik setelah mudik. Jangan pulang balik di pas mepet sekali besoknya harus sudah masuk kantor dan anak-anak masuk sekolah, pasti kelelahan kan? Ada baiknya ambil waktu sehari istirahat sebelum besoknya melakukan aktifitas rutin.

Uang Tunai

Bawa uang tunai secukupnya, tak perlu bawa banyak-banyak, toh ATM banyak sekali dijumpai di daerah.

Bawa Kaset/CD

Bawalah kaset/CD yang menjadi favorit Anda, agar suasana tidak jenuh, bosan dan sekaligus membawa suasana gembira.

Stiker

Tempelkan stiker favorit Anda atau tanda pengenal komunitas tertentu di kaca belakang mobil /spatboard kendaraan Anda. Siapa tahu nanti di perjalanan Anda berjumpa dengan teman baru?

Catatlah nomor telepon penting

Dengan mengantoingi nomor telpon polisi, Jasa Marga, Info jalan tol akan sangat membantu saat anda mengalami masalah dalam perjalanan.

Mintalah lembar informasi kepada bengkel ATPM

Pastikan anda meminta yang sesuai merk kendaraan, anda bisa juga meminta pada Jasa Marga, biasanya mereka membuat semacam leaflet yang dibagikan secara gratis yang berisi info mudik seperti daftar posko bengkel jaga beserta nomor teleponnya, rute mudik rawan macet, restoran, SPBU, ATM di sepanjang rute perjalanan mudik.

Frekwensi radio

Ini akan membantu memberikan informasi mudik di sepanjang rute perjalanan Anda. Anda bisa juga mendengarkan radio untuk mendapatkan info yang Anda inginkan.

Setelah semua hal diatas anda siapkan dengan cermat, jangan lupa untuk selalu BERDOA sebelum memulai perjalanan. Selamat mudik, semoga selamat sampai tempat tujuan.



Sumber: Kapanlagi.com

Bayi ‘Raksasa’ Terlahir di Sumatera Utara


Tubuh bayi yang jauh lebih besar dari bayi seumurnya membuat para perawat kewalahan memberikan selimut. Sebab, baju yang diberikan oleh pihak keluarga tidak mencukupi ukuranya bagi sang bayi. Berat bayi diluar batas normal ini membuat sejumlah pengunjung rumah sakit dan masyarakat berdesakan untuk melihat sang bayi yang belum bernama

itu. Banyaknya warga dan pengunjung yang ingin melihat sang bayi membuat pihak rumah sakit memberlakukan pengawasan ketat pada setiap tamu yang berkunjung ke ruang rawat anak dan bayi.

Ditambahkan Ani, ia tidak ada firasat atau tanda-tanda apapun akan melahirkan bayi dengan berat yang melebihi normal. Tetapi saat mengandung dirinya mengira akan mendapatkan anak kembar karena perutnya kelihatan sangat besar.

Dokter yang khawatir akan keselamatan bayi dan ibunya, mengambil kebijaksanaan untuk proses persalinan dilakukan dengan operasi caesar. Kondisi bayi dalam keadaan stabil, begitu juga ibu yang melahirkannya. Ani masih menjalani perawatan iintensif di ruang rawat inap rumah sakit.

Sumber: Poskota.co.id

Monday, April 27, 2020

Gempa di Padang, Indonesia Kembali Berduka



Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang wilayah Padang, Sumatera Barat, terjadi sekitar pukul 22.35 WIB, Selasa (16/5/2006). Gempa itu diras skala Richter yang mengguncang wilayah Padang Gempa di Padang, Indonesia Kembali Berdukaakan cukup lama sekitar 1 menit (BMG) dan telah meluluhlantakan kota Padang. Sampai saat saya menulis blog ini, tercatat korban yang meninggal akibat gempa tersebut telah mencapai angka 500 orang dan lebih dari 2.000 orang mengalami luka baik ringan maupun berat(Metro TV). Korban paling banyak terjadi di kota Padang, Padang Pariaman, dan Pariaman.

Sementara itu, kerusakan bangunan di Kota Padang tercatat ada sekitar 150 unit rumah rusak berat, 200 unit rusak sedang, dan 1.500 unit rusak ringan (Kompas). Diberitakan juga hampir sebagian besar bangunan yang terdiri dari dua lantai mengalami rusak berat atau roboh diantaranya termasuk kantor Gubernur Sumatera Barat.

 skala Richter yang mengguncang wilayah Padang Gempa di Padang, Indonesia Kembali BerdukaYa Allah kenapa begitu beruntun bencana yang harus diterima oleh Bumi Indonesia tercinta ini, apakah engkau memberikan semua ini sebagai cobaan? ujian? atau azab? wallahu alam. Jikalau Engkau memberikan bencana ini sebagai ujian maka berikanlah kekuatan bagi mereka yang sedang ditimpa oleh ujian-Mu, namun jika Engkau memberikan bencana ini sebagai azab, maka kami hanya bisa memohon ampunan-Mu, hanya Engkau lah ya Allah yang Maha Kuasa.

Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas korban akibat gempa yang terjadi di wilayah Sumatera, semoga senantiasa diberikan ketabahan dan kekuatan.

Pahlawan dan Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tangga (IRT) berpeluang melahirkan dan menjadi pahlawan. Dalam koridor emansipasi dan kesamaan jender, pahlawan yang dilahirkan bisa lebih banyak dan berkualitas. Ia bisa menggugat bukan hanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), melainkan juga perolehan hasil usaha pasangannya yang tidak wajar. Bisa juga ia menolak untuk bekerja di luar rumah ketika anaknya masih menyusui dan perlu pengasuhan.

Mungkin ini “ilusi” bila yang terjadi justru IRT “bosan” dengan statusnya yang dipandang “hina” dan kurang penghargaan sehingga menuntut bekerja di luar rumah dengan banyak meninggalkan anaknya. Padahal, bisa jadi statusnya diperlukan membangun generasi tangguh.

Intelektualitas IRT tampak semakin penting di era kemajuan peradaban seperti disampaikan almarhum KH Rusyad Nurdin pertengahan 1988. Fenomena yang ada memerlukan penjelasan yang dapat diterima nalar dan dipatuhi anak. Banyaknya kasus aliran sesat, anak yang menjadi pelaku ataupun korban kejahatan perlu dipandang sebagai upaya sistematis merobohkan konstruksi generasi bangsa.

Banyaknya ibu yang “gemar” menciptakan kegiatan di luar rumah untuk bisnis, karier, arisan, PKK, atau Dharma Wanita diharapkan tidak bersifat permanen agar tidak memudarkan “aura” IRT sebagai sosok mulia. Bisa jadi ketika masih belum punya anak, atau anaknya sudah dewasa kegiatan tersebut menjadi bagus. Sewaktu buah hati lahir dan merangkak besar, meninggalkan rumah bersama anaknya bisa mempererat ikatan keduanya sekaligus untuk refreshing dan tidak kurung batok. Namun, ketika dilakukan secara rutin, perlu ada kesepakatan baru di rumah tangga.

Mengubah “image”
IRT merupakan pekerjaan mulia yang kesadarannya datang terlambat. Secara nasional, ada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan yang bisa menempatkan perempuan sesuai struktur dan kultur yang ada. Sebagai komunitas terkecil, keluarga bermotorkan ayah dan ibu. Ketika tugas mencari rezeki di pundak ayah, mengasuh anak bertumpu pada pundak ibu.

Dipilihnya ibu, tentu tidak lepas dari hubungan emosional terdekat dengan figur yang mengandung, melahirkan, dan menyusui. Hubungan emosional yang terus dibina dan dikembangkan dengan kapasitas intelektual yang memadai akan menjadikan seorang ibu mampu mendampingi, membentengi, dan memberikan solusi bagi persoalan yang dialami anak-anaknya.

Perkembangan anak secara psikologis ataupun biologis tidak bisa dibiarkan tanpa pengasuhan. IRT tentu saja tidak boleh kalah oleh banyaknya kelompok relawan yang mendeklarasikan diri sebagai pendamping anak ataupun remaja. Keberhasilan melakukan pendampingan diindikasikan dengan semakin banyaknya perilaku anak remaja yang saleh dan berkurangnya perilaku salah. Pertumbuhan jumlah anak remaja saleh yang semakin besar akan mendorong terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang baldatun thoyyibatun warrabun ghafur. Kehidupan semacam ini akan mempercepat juga pencapaian keadilan dan kemakmuran bangsa.

Barangkali IRT bukan “penganggur” dengan daster lusuh. Ketika dahulu ibu “dusun” melahirkan pahlawan, mestinya kini lebih banyak pendidikan yang semakin baik. Peran pemerintah menjadi sentral melalui program pemberdayaan perempuan. Sejarah pun menunjukkan bahwa IRT menciptakan pekerjaan yang dapat dilakukan sambil mengasuh anak melalui bercocok tanam. Konsep ini makin bertebaran dalam kehidupan modern di perkotaan, tinggal mengemas dan memanfaatkannya.

Mempersandingkan aktivitas suami-istri tentu lebih bermakna ketimbang mempersaingkan keduanya. KDRT mungkin saja lahir dari konsep “saing”, bukan “sanding”. Saling tuding atas kesalahan anak juga lahir darinya. Uang banyak dengan cara yang tidak halal bisa menjadikan asupan gizi anak tidak baik untuk pertumbuhan mental. Bila bangsa ini dijejali dengan anak yang bermental tidak sehat, apa kata dunia!

Anggota keluarga yang dimotori IRT perlu mempertanyakan sumber uang yang dibawa suaminya yang pejabat negara. Korupsi dan manipulasi uang rakyat dapat dicegah jika setiap IRT rewel dalam hal yang satu ini. Bisa jadi semua pejabat yang menzalimi, menguras uang rakyat atau jatah hidup bawahannya akan segera sadar bila IRT bertindak seperti itu.

Sentripetal-sentrifugal
Mendorong IRT mengasuh anak adalah tugas bersama. Pemberdayaan perempuan tentu tidak terlepas dari konteks tersebut. Perusahaan yang melarang suami-istri bekerja di sana bisa dikembangkan lagi. Banyak suami memilih berhenti bekerja untuk mengasuh sambil mengembangkan bakat pribadinya, seperti Bapak Ramadhan KH dan juga yang banyak dilakukan istrinya. Kondisi seperti ini perlu didukung pemerintah melalui insentif finansial, sosial, ataupun moral. Penghargaan semacam itu perlu diberdayakan di seluruh lini yang ada. Suami tidak perlu bangga dengan istri yang bekerja menyaingi dirinya, demikian sebaliknya, atau tidak boleh menghina istri ataupun suami yang berstatus IRT.

Terserah siapa yang mau jadi pahlawan. Yang lebih penting lagi adalah kesadaran menghargai pahlawan. Penghargaan yang dimaksud bukan dengan mengunjungi makamnya, melainkan teladan yang baik ketika ia hidup perlu “dilestarikan”, sementara yang ditinggal belajar darinya. Ketika posisi ini diambil alih IRT, “jenderal” pun harus takzim kepadanya seperti Nagabonar. Dengan kelemahlembutan IRT, anak mendapat asah, asuh, dan asih dengan segenap jiwa raganya. Jika setiap IRT seperti itu, mungkin tidak ada cerita geng motor yang brutal, anak pelaku kejahatan, atau koruptor yang bicaranya tulus tetapi hatinya bulus.

Pemerintah perlu mendorong kegiatan PKK ataupun Dharma Wanita untuk tidak berlomba menciptakan kegiatan sosial yang berujung sok-sial karena tugasnya sebagai IRT jauh lebih mulia ketimbang kegiatan sosial itu sendiri. Keberdayaan IRT dalam mengasuh anak akan menjadikan lingkungan sosial sehat bagi banyak pejabat negara agar amanah dalam bertugas. Bisa saja pemerintah memilih pejabat dari keluarga dengan IRT yang baik dan sederhana, bukan dari yang royal dan arogan. Semoga banyak lahir pahlawan di negeri tercinta ini. Pahlawan dan Ibu Rumah Tangga

Oleh Asep Sumaryana
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0711 … /29635.htm

HPZ9F4ETA7TC

Saturday, April 25, 2020

Gerakan Koin Peduli Prita Mulyasari

Hingga hari ketiga, Senin kemarin, aksi koin peduli Prita Mulyasari baru mengumpulkan koin senilai Rp2,5 juta. Namun, jumlah itu melonjak drastis menjadi Rp18 juta hingga Selasa (8/12/2009) siang ini. (okezone.com)

Lokasi-lokasi pengumpulan Koin Peduli Prita atau Koin untuk Keadilan itu tersebar di beberapa lokasi di tanah air. Seperti ditulis Koinkeadilan.com, Selasa 8 Desember 2009, ada 15 lokasi yang dapat digunakan untuk pengumpulan koin.

Situs Koinkeadilan.com sendiri merupakan salah satu simpul informasi dukungan terhadap Prita Mulyasari. Jadwal pengumpulan koin juga sudah tertera jelas.

Berikut ini lokasi titik pengumpulan koin per 8 Desember 2009, pukul 11.44 WIB:

Koin Keadilan:
1. JAKARTA: Wetiga (Warung Wedangan W-Fi), Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Jakarta Selatan. Sore sampai dini hari (Minggu tutup)
2. BANDUNG: Tobucil & klabs, Jalan Aceh 56 Bandung 40113 t/f. +62 22 4261548 atau  kontak; Wiku Baskoro – 022-4261548. Jam 9 pagi hingga jam 8 malam.
3. BANDUNG: Yayasan kalyANamandira Jalan Klininingan III 9B Buahbatu – Bandung t/f. +62 22 7323303 kontak Ijul, Zamzam & Erus. Peta & foto
4. YOGYAKARTA: ANGKRINGQ Cafe, Jalan Pandega Satya Nomor 10 Kaliurang Km 5,3 Yogyakarta t/f. +62 274 586266 atau kontak; Fachry – 0817441165 & Nana – 081804166735. Jam 10 pagi hingga jam 11 malam
5. YOGYAKARTA: Female Radio Jogja, Jalan Yos Sudarso 27A, Kota Baru – Yogyakarta atau kontak Dian Purnomo – 081326151767
6. BALI: SLOKA institute, Jalan Noja Ayung 3 Gatsu Timur – Denpasar atau kontak Luh De Suriyani – 08123986124, Selasa – Jumat  jam 10 pagi hingga 4 sore
7. SAMARINDA: Warnet Groovy, depan STMIK WICIDA, Jalan M. Yamin 80 RT 28 – Samarinda atau kontak Adam Febrianata – 085246811220
8. PALEMBANG: Sriwijaya FM, Jalan Kasnaryansah 66 Palembang atau kontak Sekar – 08197870878 & Arie – 08117101090

Koin Peduli Prita:
9. JAKARTA: Markas Sehat – 71284653, Komplek PWR no 60 Jatipadang, Ragunan, Jakarta Selatan
10. SAWANGAN: Samsul NA : 0818-769284, Puri Anggrek Mas Blok D 2 no 4 Pancoranmas, Sawangan, Depok
11. BINTARO: Esti Gunawan : 0811 101497, Cimandiri V blok FF1 No. 36 Bintaro Jaya, Banten
12. SERPONG: Albert/Ria – 0811873004, Jl Raya Kelapa Sawit BD 12 No 22, Gading Serpong
13. JAKARTA: Lia – 081318877223, Jl Balimatraman, Al-Ikhlas II no.21 TR14/05, Manggarai Selatan, Tebet
14. BOGOR: Della Najla – Hp : 081513162427, Jl. Pekojan no. 45, Empang, Bogor
15. TANGERANG: Heni Nuraina – 08128085617, Medang lestari D III B 103, Tangerang

Kisah Ibu 66 Cm Yang Tengah Menantikan Kelahiran Bayi Ketiga



Sekarang, Herald yang menggunakan kursi roda, dan suaminya, Will, yang tingginya 175 cm, sedang menunggu kelahiran anak ketiga, seorang bayi laki-laki yang diperkirakan lahir dalam empat minggu mendatang. Herald tidak bisa lagi memangku putrinya karena perutnya telah membusung sedemikian rupa. Dia pun jadi bergantung pada suaminya untuk melakukan banyak hal.

Dia mengakui, kehamilan merupakan sesuatu “yang tidak nyaman”. Meski ada berbagai rintangan, pasangan itu mengatakan, mereka ingin punya lebih banyak anak.

Pasangan itu bertemu tahun 2000 saat bekerja di sebuah supermarket di kota asal mereka. Keduanya sangat ingin punya anak setelah menikah tahun 2004. Namun, para dokter memperingatkan Herald bahwa seorang bayi akan berkembang sedemikian besar dalam tubuhnya yang kecil itu dan hal itu akan menekan organ-organnya serta mencekik dia.

“Saya sangat kecewa ketika dikatakan saya tidak bisa punya anak. Sepanjang hidup, orangtua saya mengatakan kepada saya bahwa saya bisa melakukan apa pun. Lalu ada dokter-dokter itu yang mengatakan bahwa saya tidak bisa membentuk keluarga yang lengkap. Itu sangat menyakitkan,” kata Herald.

Delapan bulan kemudian, pasangan itu bergembira saat mengetahui Herald hamil. Mereka berkeras untuk mempertahankan kehamilan tersebut meski keluarga dan dokter meminta mereka untuk mempertimbangkannya kembali.

Herald, yang memutuskan tidak memakai kontrasepsi, mengatakan, “Mereka semua bilang kepada saya bahwa saya akan mati. Mereka meminta saya untuk tidak memiliki bayi. Bahkan ibu saya mengatakan, ‘Kamu tahu kamu ingin hidup, bukan?’ Saya bilang kepadanya, adalah mujizat bahwa saya ada, bahwa saya hidup. Mengapa ini (punya anak) bukan merupakan mujizat juga.”

Setelah 28 minggu, para dokter melakukan bedah sesar, dan seorang putri, Kateri, lahir tahun 2006. Dia bertumbuh sehat. Namun, hati keluarga itu remuk redam ketika mengetahui Kateri memiliki kondisi cacat bawaan dari Herald, yaitu tidak akan pernah memiliki tinggi badan yang normal.

Meski demikian, keluarga muda itu terus menjalani hidup dengan normal. Herald hamil lagi setahun kemudian. Dia mengatakan, “Sama seperti waktu sebelumnya, setiap orang berteriak kepada kami, ‘Apa yang kamu lakukan.’ Para dokter mengatakan kepada saya bahwa saya memaksakan keberuntungan saya. Tetapi kami hanya berdoa kepada Tuhan.”

Tentang kehamilannya yang kedua itu dia mengatakan, “Itu merupakan saat yang sulit, saya menjadi besar dengan begitu cepat. Pada titik terburuk, saya ingat saya menangis karena saya kelihatan seperti bola pantai dengan kepala dan kaki yang kecil. Saya berminggu-minggu tidak bisa melakukan apa pun untuk diri saya sendiri karena perut saya begitu besar. Saya selalu bisa mengerjakan segala sesuatu, tetapi kali ini saya tidak bisa.”

Para dokter mencoba membiarkan bayi yang kedua tinggal selama mungkin di dalam tubuhnya, membiarkan kehamilannya hingga 34 minggu. Putri kedua, Makaya, kemudian lahir. Sekarang kedua anak itu lebih besar dari ibu mereka yang sedang mengandung 30 minggu.



Sumber: Kompas.com

Bayi lahir di dalam tanah: sang Ibu meninggal, si bayi ternyata masihHidup!!!

 Bayi lahir di dalam tanah: sang Ibu meninggal, si bayi ternyata masih Hidup!!!

  Bayi lahir di dalam tanah: sang Ibu meninggal, si bayi ternyata masih Hidup!!!

 Bayi lahir di dalam tanah: sang Ibu meninggal, si bayi ternyata masih Hidup!!!

 Bayi lahir di dalam tanah: sang Ibu meninggal, si bayi ternyata masih Hidup!!!

 Bayi lahir di dalam tanah: sang Ibu meninggal, si bayi ternyata masih Hidup!!!

 Bayi lahir di dalam tanah: sang Ibu meninggal, si bayi ternyata masih Hidup!!!

Ibu Tertua di Dunia, Melahirkan di Usia 70 Tahun !!!

Seperti diberitakan harian Hindustan Times, kondisi ibu yang sudah lebih pantas dipanggil nenek itu dan bayinya sehat. Bishnoi mengklaim, Devi sebagai ibu tertua di dunia. Bala Ram sebelumnya sudah menikah dengan saudari Devi selama 10 tahun, tetapi belum dikaruniai anak. Istri keduanya ini juga tak dikaruniai anak.

Tidak jelas bagaimana proses lewat pembuahan ini bisa berhasil. ”Semua ini lewat teknik ilmiah,” ujar Bishnoi.

Rajo Devi menjadi ibu tertua di dunia sekalipun pada Juli seorang ibu di India yang berusia 70 tahun melahirkan bayi kembar lewat cara yang sama. Seorang ibu berusia 66 tahun di Spanyol melahirkan bayi kembar pada 2006.

sumber: Suaramedia.com

Bravo! Hak Bayi Atas ASI Telah Dijamin Negara

ASI adalah hak anak

Dalam UU kesehatan baru ini, hak bayi untuk mendapat ASI eksklusif dijelaskan dalam Pasal 128 Ayat 1 yang berbunyi, ”Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis.”

Salah seorang tokoh yang selama ini giat menyosialisasikan pentingnya ASI melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dr Utami Roesli SpA MBA IBCLC FABM menyambut gembira munculnya UU ini.

”Dengan adanya UU ini, jelas sudah bahwa seorang anak yang baru dilahirkan dalam kondisi normal—artinya tidak memerlukan tindakan penanganan khusus—berhak mendapatkan ASI secara eksklusif,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Sentra Laktasi Indonesia.

Lebih lanjut, di ayat berikutnya ditegaskan lagi, ”Selama pemberian air susu ibu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus.”

dr Utami pun menegaskan seorang ibu sangat membutuhkan support dari orang-orang sekitar terutama dari keluarga seperti suami, orangtua, atau mertua demi kelancaran pemberian ASI pada bayinya. Ayat 3 berbunyi, ”Penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diadakan di tempat kerja dan tempat sarana umum.”

Pada kenyataannya, belum banyak dijumpai fasilitas umum yang menyediakan tempat khusus bagi ibu menyusui (breastfeeding room). Hal tersebut tampaknya juga belum tersosialisasikan pada perusahaan-perusahaan, tempat dimana banyak terdapat ibu bekerja yang sedang melaksanakan ASI eksklusif.

Setidaknya menilik ayat 3 tadi, perusahaan dapat menyediakan tempat khusus yang bersih dan nyaman sebagai tempat dimana seorang ibu menyusui dapat memompa ASI-nya untuk kemudian menyimpannya ke dalam botol dan diberikan pada bayinya sepulang dari bekerja.

Sanksi pidana

Terkait dengan Pasal 128 tadi, UU Kesehatan ini kemudian menetapkan sanksi yang tercantum dalam Pasal 200, yakni ”Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (Seratus Juta Rupiah).”

Lebih lanjut dalam Pasal 201 dinyatakan bahwa bila tindak pidana tersebut dilakukan oleh korporasi, selain pidana penjara dan denda terhadap pengurusnya, pidana yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi berupa pidana denda dengan pemberatan 3 (tiga) kali dari pidana denda yang disebutkan dalam Pasal 200. Itu artinya pidana denda bagi korporasi yang melanggar Pasal 200 adalah paling banyak Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta Rupiah).

Dalam Pasal 201 ayat (2) disebutkan pula bahwa selain pidana denda, korporasi dapat dijatuhi pidana tambahan berupa:
a. pencabutan izin usaha; dan/atau b. pencabutan status badan hukum.

dr Utami pun semakin optimis dengan adanya UU ini terlebih dengan sanksi pidana bagi perorangan maupun lembaga yang menghalangi hak anak akan ASI, dapat menjadi payung sebagai upaya pemeliharaan kesehatan bayi, mempersiapkan generasi yang sehat dan cerdas, serta dapat menurunkan angka kematian bayi dan menurunkan risiko kanker pada ibu.

Nah Moms, masalah ASI ini tidak main-main, bukan? Jika negara saja sudah begitu peduli, bagaimana dengan kita? Yuk, sukseskan dan kabarkan terus ke seluruh pelosok negeri ini, say yes to ASI!

(Sumber: Okezone.com)



68 Jam Terkubur Reruntuhan, Bayi Selamat

{readmore}

Setelah berhasil dikeluarkan dari balik reruntuhan, bayi langsung didekap sang paman, Frantz Tilin. “Saya akan menganggapnya sebagai anak saya, karena anak saya meninggal,” ujar Frantz. Dalam gempa dahsyat itu, istri Franz yang tengah hamil tua meninggal dunia. Hingga kini, ribuan orang diduga masih terperangkap di balik reruntuhan bangunan. Memasuki hari keempat, peluang penyelamatan korban hidup pun semakin tipis. “Dalam kondisi seperti ini korban akan sulit bertahan tanpa minum selama empat hari,” kata dokter Michael VanRooyen.

Gempa sekuat 7 Skala Richter mengguncang Haiti pada Selasa, 12 Januari 2010 sore waktu setempat atau Rabu, 13 Januari 2010 dini hari waktu Indonesia Barat. Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan, gempa di Haiti kali ini berpusat di 18,45 derajat lintang utara dan 72,44 bujur barat atau berjarak 15 km barat daya Ibukota Port-au-Prince. Palang Merah Internasional memperkirakan jumlah korban tewas antara 45.000 hingga 50.000 jiwa.

(Sumber: Vivanews.com)

Friday, April 24, 2020

Lina Medina; Ibu Termuda di Dunia, Melahirkan di Usia 5 Tahun




Percaya nggak percaya, tapi ibu termuda di dunia ternyata bocah usia lima tahun, Lina Medina asal Peru. Usia kandungannya tujuh setengah bulan, ketika si bocah merasa mulas dan seperti akan melahirkan. Ajaib! Menakjubkan! Atau apapun namanya untuk menggambarkan peristiwa ini. Tapi Lina Medina yang proses persalinannya ditangani Dr Lozada dan Dr Busalleu, berhasil melahirkan dengan selamat seorang bayi laki-laki berat 2,700 gram atau sekitar 5,92 pound.

 tapi ibu termuda di dunia ternyata bocah usia lima tahun Lina Medina; Ibu Termuda di Dunia, Melahirkan di Usia 5 Tahun

Ibu dan anak berada dalam keadaan sehat, dan hanya beberapa hari menjalani perawatan di klinik bersalin. Foto di samping diambil tahun 1940, tampak Lina Medina bersama anaknya, Gerardo Medina yang telah berusia 11 bulan, dan dokter yang menangani persalinannya, Dr Gerardo Lozada.

Dulu bahkan sampai kini peristiwa tersebut menjadi suatu keanehan, bahkan dalam catatan medis dunia peristiwa ini mendapat tempat tersendiri saking aneh dan tidak biasa. Lina Medina merupakan contoh kasus special dalam dunia kedokteran. Selain karena terlalu muda untuk hamil, dia juga ternyata sudah mendapat haid pertamanya pada usia 8 bulan. Payudaranya telah berkembang sejak berumur 4 tahun. Dan dalam usia 5 tahun kelangkangannya telah melebar dan bertumbuhnya tulang. Ini luar biasa aneh!

Lina Medina lahir di sebuah desa kecil Peruvian Paurange, 27 September 1933. Ia merupakan salah satu dari sembilan anak yang lahir di negeri kaum Ticrapo, Andes, sebuah desa yang berada di ketinggian 7.400 kaki, sebuah propinsi termiskin di Peru.

Ia melahirkan anak pertamanya pada usia 5 tahun 8 bulan lewat bedah cesar, tepat pada Hari Ibu 14 Mei 1939. Anak pertamanya yang dia lahirkan saat ia masih bocah diberi nama Gerardo Medina. Anak ini hidup hingga usia 40 tahun. Lina sempat melahirkan anak kedua tahun 1972, sayangnya namanya tidak diketahui. Anak kedua ini hidup hingga usia antara 36-37 tahun.

Kehamilan yang Mengejutkan
 tapi ibu termuda di dunia ternyata bocah usia lima tahun Lina Medina; Ibu Termuda di Dunia, Melahirkan di Usia 5 TahunEntah bagaimana ceritanya, namun orangtua Lina merasa kegelisah ketika melihat perut bocah ini terus membesar dari waktu ke waktu. Awalnya mereka mengira Lina menderita penyakit tertentu, seperti tumor. Karenanya mereka pun membawa Lina berkonsultasi pada Dr Gerardo Lozada.
Kabar mengejutkan datang dari si dokter yang mengatakan perut Lina membesar bukan karena penyakit melainkan karena hamil. Dia tengah hamil 7 bulan. Ketika usia kandungannya tujuh setengah bulan, Lina pun menjalani bedah cesar. Operasi dilakukan oleh Dr Lozada dan Dr Busalleu.

Obyek Penelitian

Kehidupan Lina Medina menjadi penelitian tersendiri di dunia kedokteran. Kenapa dia bisa hamil saat usia begitu dini. Ternyata hasil penelitian dokter menemukan kalau Lina telah menstruasi pada usia 8 bulan. Kenyataan ini sampai sekarang masih menjadi misteri di dunia medis. Bagaimana mungkin seorang bayi (8 bulan) telah menstruasi.
Dalam catatan juga disebutkan, bahwa siapa bapak dari bayi itu tidak diketahui. Tapi banyak orang percaya bahwa pelaku pelecehan seksual tersebut adalah ayahnya sendiri. Si ayah ini, sebenarnya sempat ditangkap polisi, namun Lina ketika ditanya apakah ayahnya pelaku kejahatan itu, ia tidak menjawab. Akhirnya si ayah dilepaskan, karena kurangnya bukti. Kasus yang diduga pelecehan seksual itu, baru terungkap 28 tahun kemudian. Konon, pelaku perkosaan itu adalah kakak tirinya yang menderita kelainan jiwa alias gila. Bagaimana kejadiannya, tidak terungkap lebih detail. Karena Lina sendiri pun menolak menjelaskannya. Dia juga menolak wartawan-wartawan yang ingin mewawancarainya.

Kejutan Luar Biasa

Lina, bocah lima tahun berusaha menjadi ibu yang baik bagi bayinya yang diberi nama Gerardo seperti nama dokter yang menolongnya melahirkan. Namun uniknya, kepada Gerardo anaknya Lina mengatakan dirinya adalah kakak. Namun Gerardo mendapat kejutan yang amat sangat ketika ia berusia 10 tahun, ketika secara tak sengaja dia mengetahui kalau ‘kakak’ (Lina Medina) yang berusia 15 tahun dan selama ini mengasuhnya, sebenarnya adalah ibunya.
Gerardo meninggal usia 40 tahun karena penyakit sumsum tulang belakang. Tidak ada bukti apakah penyakitnya itu muncul karena ibu yang melahirkan di usia begitu muda.

Tahun 1972, Lina menikah dengan Raul Jurado. Dia melahirkan anak kedua 33 tahun setelah ia melahirkan anak pertamanya Gerardo. Sampai saat ini siapa ayah Gerardo masih menjadi misteri. Lina dan kedua anaknya kemudian tinggal di Meksiko.

Lina merupakan salah satu dari Sembilan anak yang lahir di negeri kaum Ticrapo, Andes, sebuah desa yang berada di ketinggian 7.400 kaki, sebuah propinsi termiskin di Peru.

Sebuah buku yang ditulis Dr Yusuf Sandoval pada 2002 mengungkap kehidupan Lina Medina. Dia merasa tertarik dengan kasus tersebut. Dia juga menyoroti tentang masyarakat Peru pada masa itu yang hidup dalam kemiskinan.

Kasus Lina memperlihatkan tentang pubertas ekstrem yang melanda anak-anak. Kasus ini memang langka, di mana anak usia 5 tahun ternyata sudah mengalami akil baliq. Lebih dari itu, menyampaikan tentang kehamilan pada anak usia 5 tahun, tentu tidak mudah. Dan, si anak pun pastinya belum mengerti. Karenanya, buku Dr Yusuf Sandoval tentang kehidupan Lina Medina dan kasusnya, menjadi sangat menarik.








(Sumber: Matabumi.com)

Nadya Suleman; Ibu Dengan Bayi Kembar Delapan

namun sampai sekarang mereka terlihat sehat Nadya Suleman; Ibu Dengan Bayi Kembar Delapannamun sampai sekarang mereka terlihat sehat Nadya Suleman; Ibu Dengan Bayi Kembar Delapannamun sampai sekarang mereka terlihat sehat Nadya Suleman; Ibu Dengan Bayi Kembar Delapan
namun sampai sekarang mereka terlihat sehat.
Nadya sangat terkejut dengan kelahiran ke 8 bayinya, karena ia sudah mempunyai 6 anak yang masih kecil.
Jadi dia harus merawat ke 14 anaknya.
Nadya adalah single mother karena telah dicerai suaminya, dan ia tidak memiliki pekerjaan.
Untuk merawat ke 14 anaknya ia mengajukan proposal ke stasiun TV untuk sebuah relity show kisah hidupnya.
Nadya percaya akan dibayar 152 ribu euro untuk 1 episod dan 2 juta euro untuk kontraknya…

Foto-foto Nadya ketika bayi kembar delapannya telah lahir

namun sampai sekarang mereka terlihat sehat Nadya Suleman; Ibu Dengan Bayi Kembar Delapan



namun sampai sekarang mereka terlihat sehat Nadya Suleman; Ibu Dengan Bayi Kembar Delapan

Sumber: Dailymail.co.uk

Monday, March 16, 2020

10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh

   dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh




Saat Beatie mengumumkan kehamilannya, dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya, kontoversi berkembang. Masalahnya Beatie sejatinya adalah seorang perempuan, tetapi negara bagian Oregon mengenalinya sebagai laki-laki dan pernikahannya dengan Nancy adalah resmi dan memperoleh segala hak dan privasinya sebagai pasangan suami-istri.

2. Saudara Kembar yang Bingung Menentukan Siapa Ayah dari Anak yang Dilahirkan oleh Wanita yang Sama-sama Pernah Ditiduri

Sepasang saudara kembar, Raymon dan Richard Miller, mereka adalah ayah dan paman bagi seorang anak perempuan berusia 3 tahun. Sepertinya tidak ada yang aneh, cuma masalahnya mereka tak pernah tahu siapa yang ayah siapa yang paman. Holly Marie Adams, ibu dari anak itu.



 dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh



Menurut Holly, dia tidak sengaja berhubungan sex dengan keduanya pada hari yang sama. Saat Holly ditanya siapa yang menghamilinya, dia menunjuk Raymon, tapi dia meminta untuk dilakukan paternity test , dan bersama saudaranya Richard membawa hasilnya ke pengadilan. Tapi test itu tidak membantu karena hasilnya menunjukkan keduanya 99,9 persen bisa saja merupakan ayah dari sang bayi – dan keduanya ternyata tidak mau menanggung biaya hidup sang anak.

3. Pria yang Mempunyai Anak dari Sampel Spermanya yang Berasal dari 22 Tahun yang Lalu

Pada bulan Juni 2006, Chris Biblis, mantan pasien leukimia yang sampel spermanya dibekukan saat masih remaja, menjadi ayah atas seorang bayi setelah para dokter sukses mencairkan sampelnya setelah 22 tahun. Chris masih berusia 16 tahun saat dokter memintanya melakukan radiotherapy yang mungkin akan menyebabkan dirinya infertile. Dokter merekomendasikan untuk mengambil sampel spermanya untuk penggunaan di masa depan sebelum Chris memulai terapinya. Saat ini, di usianya yang ke-38, Chris merayakan kelahiran bayi perempuannya, Stella, dari rahim istrinya. Di rahim istrinya inilah ditanam benih bayi hasil sampel sperma Chris dari 22 tahun yang lalu yang diinjeksikan ke dalam sel telur istrinya. Penyimpanan sprema selama 22 tahun sebelum kemudian digunakan ini tercatat merupakan rekor dunia.



 dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh





4. Presiden yang Mengaku Sebagai Ayah dari Seorang Anak Hasil Hubungan Gelap

Bulan April 2009, presiden Paraguay dan mantan uskup, Fernando Lugo, mengaku dia adalah ayah dari seorang anak hasil hubungannya dengan seorang wanita saat dia masih menjadi seorang uskup Katolik. Lugo, 57, mengumumkan statusnya sebagai uskup tahun 2006 saat mencalonkan jadi presiden tetapi Juli 2008 Pope Benedict XVI mengijinkannya untuk resign. Presiden mengaku memiliki hubungan khusus dengan Viviana Carrillo, 26, yang dimulai saat dia masih berusia 16 tahun, dan puteranya Gullermo Armindo, 2, lahir saat Lugo masih menjabat sebagai uskup. Lugo akhirnya mengakui ini semua 5 hari setelah Carrillo dan pengacaranya mengajukan gugatan ke pengadilan setempat.



 dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh





5. Pria yang Membayar 20 Ribu Dollar untuk Biaya Hidup Anak yang Bukan Anaknya

Di New Mexico, Steve Barreras dipaksa untuk membayar total sebesar 20 ribu dollar (kurang lebih 220 juta rupiah) untuk biaya hidup seorang anak perempuannya yang sebenarnya tidak ada. Setelah bercerai dengan Viola Trevino, Viola mengklaim sedang mengandung anak buah hati Steve. Ini aneh, mengingat Steve pernah menjalani vasektomi di tahun 1999.

 dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh



Trevino kemudian mengarang-ngarang seorang anak perempuan bernama “Stephanie Renee”, yang menurutnya lahir pada tahun 1999 dan memiliki surat baptis, akte kelahiran, kartu jaminan kesehatan, dan kartu jaminan sosial untuk gadis fiktif itu. Tahun 2002, Trevino berhasil mempengaruhi pengadilan memerintahkan Steve untuk membayar biaya hidup atas “Stephanie” dengan memalsukan bukti DNA. Bulan Desember 2004, saat hakim ingin melihat anak itu, Trevino pergi ke mall dan membujuk seorang nenek dan cucunya yang berusia 2 tahun dan mengajaknya “pergi menemui Santa Claus”. Di pengadilan anak berusia 2 tahun itu diakuinya sebagai anaknya.



6. Ayah Termuda di Inggris?

Alfie Patten sempat menjadi terkenal gara-gara dikabarkan sudah menjadi ayah dari seorang bayi pada saat usianya yang masih 12 tahun. Tapi kemudian ternyata fakta ini terbantahkan.

    “Saya akan bertanggung jawab dan akan merawat bayi Maisie seperti ayah yang lain. Sayalah satu-satunya yang tidur dengan ibu Maisie, Chantele,” ujar Alfie pada media.



 dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh

Tapi kemudian sebuah tabloid Inggris melaporkan bahwa hasil dari test DNA menunjukkan bahwa Alfie faktanya bukanlah ayah dari anak Chantelle Stedman. Chantelle yang saat hamil berusia masih 14, bersikeras bahwa dia mencintai anak imut yang masih sekolah itu dan menyatakan bahwa dialah yang merenggut keperawanannya. Masalahnya, setengah lusin remaja di Eastbourne, Inggris mengaku telah tidur dengannya, dan mendorong Alfie untuk melakukan paternity test dengan hasil yang memalukan.



7. Bayi Jutaan Dollar Anna Nicole dan Empat Pria yang Mengaku sebagai Ayahnya

Setidaknya ada 4 laki-laki yang mengklaim sebagai ayah kandung dari bayi Anna Nicole Smith, yang mewarisi harta jutaan dollar. Mereka adalah Howard K. Stern (pengacara Anna, sahabat dan kekasih terakhirnya), Larry Birkhead (fotografer selebritis yang mempunyai hubungan erat dengan Anna selama 2 tahun) dan Zsa Zsa Gabor’s (mantan suami dan salah satu bodyguard Anna). Satu lagi laki-laki yang di masa lalu memiliki hubungan dengan Anna adalah Mark “Hollywood” Hatten yang saat ini sedang mendekam dalam penjara. Mark menyatakan bahwa dia adalah ayah dari anak Nicole karena Anna pernah memintanya melakukan “donasi sperma” untuk “Anna Nicole Smith sperm bank”, sesuatu yang mengada-ngada dan membuatnya menerima konsekuensi dipenjara. Akhirnya, setelah melalui berbagai keributan dan test-test DNA, mantan kekasih Larry Birkhead terbukti sebagai ayah dari sang million dollar baby.



 dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh



8. Anak Kembar yang Berasal dari Orang Tua yang Berbeda

Wilma dan Willem Stuart adalah pasangan Belanda yang lama mengharapkan kehadiran bayi tapi gagal sebelum kemudian memutuskan mencoba IVF (pembuahan di luar rahim – bayi tabung). Hasilnya mereka harus mulai belajar bagaimana menjadi orangtua bagi anak kembar.



 dari sperma donor yang tidak disebutkan asalnya 10 Kisah Hubungan Keluarga yang Paling Aneh



Tetapi saat anak kembarnya lahir, keanehan terjadi. Tidak seperti lazimnya anak kembar, Koen memiliki mata biru, rambut hitam, dan kulit pink, sedangkan Tuen memiliki mata gelap, rambut gelap, dan kulit cokelat. Sebuah test DNA menunjukkan Koen merupakan anak kandung Stuarts (berasal dari spermanya sendiri yang membuahi sel telur istrinya), tetapi Tuen ternyata bukan anak Stuart secara genetis. Meski laporan hasil investigasi tidak dipublikasikan, spekulasi muncul bahwa telah terjadi kesalahan fatal dimana pipet yang digunakan dalam proses pembuahan bayi tabung digunakan dua kali yang mengakibatkan sperma Stuart tercampur sperma orang lain.

Stuart ingat betul saat itu bersamanya ada juga pasangan kulit hitam di ruang tunggu IVF.



9. Laki-laki yang Menyewa Tetangganya untuk Menghamili Istrinya, tapi Gagal

Di Stuttgart, Jerman, seorang pria menyewa tetangganya untuk menghamili istrinya, karena dia sendiri infertile. Sepertinya pasangan Demetrius Soupolos, 29, dan Traute – mantan ratu kecantikan setempat – ini ngebet punya naka tapi sayangnya dokter memvonis sang suami infertile alias tidak akan bisa menghamili istrinya. Lalu Souplos tidak ragu menyewa tetangganya, Frank Maus, 34, untuk menghamili istrinya, apalagi dilihatnya Maus tampak berhasil dengan istri dan dua anaknya. Rencana aneh ini tampaknya berjalan mulus. Souplos membayar Maus 2.500 dollar untuk tugas 3 malam dalam seminggu selama 6 bulan. Dengan semangat Maus menjalankan pekerjaan barunya yang menyenangkan ini. Total Maus sukses meniduri Traute sebanyak 72 kali. Sayangnya meski digempur habis-habisan, Traute tidak kunjung hamil. Yang dia dapatkan justru informasi dari dokter yang menyatakan bahwa sebenarnya Maus juga sama sedang menjalani terapi medis suami infertile seperti halnya dirinya. Souplos dan istrinya shock berat apalagi istri Maus akhirnya mengakui bahwa dua anaknya bukanlah anak biologis dari Maus.

10. Laki-laki yang Harus Menafkahi Anak yang Bukan Darah Dagingnya

Enam belas bulan setelah perceraiannya, Richard Parker, seorang warga Florida, mengetahui bahwa anak yang dia nafkahi selama ini ternyata bukan anak kandungnya, setelah melalui tes DNA. Pengadilan Florida menyatakan Parker harus melanjutkan nafkah tersebut sebesar $1,200 setiap bulan karena dia telah melewati batas waktu 1 tahun untuk melakukan tuntutan.



Sumber: Indowebster.com

Rekor Baru, Seorang Ibu Hamil Kembar 12

 tahun itu pernah mengalami dua kali keguguran Rekor Baru, Seorang Ibu Hamil Kembar 12Seperti dilansir Daily Mail, Selasa (18/8), perempuan Tunisia berusia 30 tahun itu pernah mengalami dua kali keguguran. Kehamilan kembar 12 ini diperoleh setelah ia menjalani terapi kesuburan. Ia mengatakan janinnya itu enam laki-laki dan enam perempuan.

Ia dan suaminya, Marwan, sama sekali tidak menduga isi rahimnya sebanyak itu. ”Awalnya kami mengira akan melahirkan anak kembar, tetapi ternyata kembarnya sebanyak itu,” kata Marwan kepada harian Asabah. Marwan yang mengajar di sekolah yang sama dengan istrinya itu mengaku bahagia, apalagi dokter mengatakan istrinya bisa melahirkan secara normal.

Meski demikian, para pakar kandungan Inggris berpendapat, meskipun sangat mungkin mengandung 12 bayi, risikonya tidak kecil. Sedikit kemungkinan bayi-bayi itu lahir selamat dan tidak mungkin secara normal. Alasannya, kelahiran bisa terjadi pada usia kandungan 20 minggu, atau separuh dari waktu normal. ”Masalahnya terletak pada kapasitas rahim,” kata Peter Bowen Simpkins pakar kandungan dari Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.

Ia menjelaskan, perut si ibu akan membesar pada usia kehamilan 20 minggu dan ketika rahim mendorong bayi keluar, tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Normalnya, agar dapat lahir dengan selamat, minimal bayi harus lahir pada minggu ke 22 hingga 23. Itu pun masih membutuhkan perawatan intensif dan sebagian besar bayi menghadapi ancaman kelainan saraf permanen. Karena itu, dibutuhkan unit pediatrik yang kompeten.

Kesempatan itulah yang rupanya ingin diambil oleh perempuan Tunisia ini. Hal itu diungkapkannya kepada pegawai rumah sakit di Gafsa, sekitar 400 km arah selatan Tunis, Ibukota Tunisia. ”Saya sehat-sehat saja. Yang ingin aku lakukan hanyalah bisa memeluk semua bayiku dan menunjukkan seluruh cintaku kepada mereka,” katanya.

Pada Januari 2009, Nadya Suleman dari California melahirkan bayi kembar delapan dengan selamat. Namun, pada 2006 seorang ibu dari Yunani melahirkan 11 bayi, tetapi 11 bayi harus dikorbankan untuk menyelamatkan dua di antaranya. Tahun itu juga, seorang ibu mengabaikan nasihat dokter untuk mengaborsi sebagian dari delapan janinnya, tetapi akhirnya semua meninggal begitu lahir pada minggu ke-22

link

Monday, March 9, 2020

10 Kekeliruan Dalam Komunikasi dengan Anak


Buat para bunda…calon bunda….dapet dari email temen…maaf bila tidak berkenan….moga bermanfaat…:)

Bismillahirrahmaanirrahiim, Komunikasi yang kurang baik antara orang tua dengan anak, suami dengan istri,maupun sebaliknya adalah penyebab tingginya angka kenakalan remaja dan perceraian suami istri. Bukan masalah frekuensi komunikasinya. Sering berkomunikasi tapi tidak sampai pada tujuan alias ‘gak nyambung’ bisa juga menjadi masalah.



Elly Risman menyebutkan beberapa masalah yang muncul karena miss-communication:



– Pacaran ( selingkuh buat suami/istri)

– Seks bebas

– Aborsi

– Putus sekolah

– MBA (Married By Accident: Nikah karena hamil duluan)

– Perceraian

– Narkoba

– HIV/AIDS

– Bunuh Diri

Beberapa tahun yang lalu, kita sempat dikejutkan oleh kasus anak 5,9 tahun yang gantung diri karena dimarahi ayahnya malam hari sebelum tragedi itu terjadi. Padahal sebelumnya, ia habis dimarahi ibunya karena tidak mau mandi sore. Keesokan paginya, ia ditemukan gantung diri dengan tali melilit lehernya di sebuah rumah kosong. Anak tersebut bernama Renaldi Sembiring. Ayahnya adalah seorang pengacara di Semarang (ada juga yang bilang hakim). Ini hanya 1 kasus dari puluhan kasus bunuh diri anak akibat orang tua tidak memahami perkembangan jiwa anak dan mengabaikan perasaan mereka ketika berkomunikasi.

Na’udzubillahimindzalik.

10 kekeliruan dalam berkomunikasi yaitu:

Kekeliruan#1. Bicara tergesa-gesa.

Pemandangan yang lazim di pagi hari ketika ibu berteriak kepada anaknya:

“Cepaattttt…!! Sudah jam berapa ini ayo mandi siapin baju jangan lupa buku-bukunya masukin ke tas langsung sarapan tuh sepatu dan kaos kakinya di belakang pintu buruan keburu mobil jemputan dateng pokoknya kalo ketinggalan jemputan Mama gak mau nganter!”

Walah, paleng’e… Butuh konsentrasi tinggi untuk menangkap puluhan kata yang diteriakkan bagai laju kereta api itu. Apakah anak mendengarkan? Bagaimana responnya? Paling ia berjalan gontai ke kamar mandi seperti tidak terjadi  apa-apa. Karena sudah terbiasa dengan kicauan itu setiap hari.

Lantas, apa gunanya teriak-teriak gak jelas seperti itu? Bagi orang tua:

– Menghabiskan energi

– Dongkol

– Makin emosi

Bagi anak:

– Makin sebel sama orang tua

– Gak ngaruh dibegitukan, sudah biasa.

Solusinya?

Tidak tergesa-gesa ketika bicara, atur kalimat, jangan emosi sehingga lawan bicara mengerti apa yang kita komunikasikan.

Kekeliruan#2. Tidak kenal diri sendiri.

Mari kita uji coba. Sebutkan 3 keunikan Anda yang berbeda dari orang lain. Entah itu kebiasaan, hobby, warna kesukaan. Waktunya 1 menit!

Apakah Anda kesulitan menemukan keunikan Anda? Ya, kebanyakan peserta seminar memang bingung. Alasannya: tergesa-gesa, keburu waktu, panik. Namun alasan sesungguhnya adalah: Anda tidak mengenal diri Anda sendiri. Bukankah kalau kenal- bisa reflek menyebutkan keunikan diri sendiri?

Lantas, apakah kita sudah mengenal keunikan pasangan hidup kita? Anak kita?  Disinilah pentingnya mengenali lawan bicara ketika sebelum berkomunikasi. Adakalanya suami begitu angkuh dan cuek ketika istri nangis bombay saat berantem. Bisa jadi karena waktu kecil, sang suami dididik ayahnya kalau :

laki-laki gak boleh nangis!. Besarnya pun ia akan anti nangis, malah tidak suka melihat orang nangis. Atau istri begitu sensitif karena sering diremehkan oleh orang tuanya.

Atau anak kita :

Usia 5 tahun, ketika disuruh: “Sayang, buangin sampah, dong, ketempatnya!”. Sang anak pasti dengan senang hati melakukannya.

Usia 7 tahun, ketika disuruh hal yang sama, responnya : “Ntar!” atau “Kok, gak mamah aja?”

Usia 10 tahun, responnya : “Capek!” alias menolak untuk diperintah.

Ternyata, cara bicara orang tua yang itu-itu saja tidak membuat anak makin pintar atau nurut. Anak jenuh dan bosan dari kecil diperlakukan seperti itu.  Itulah mengapa orang tua harus kenal, tanggap dan menggunakan bahasa komunikasi yang berbeda sesuai perkembangan jiwa dan pertambahan umur anak.

Solusinya?

Kenali lawan bicara kita.



Kekeliruan#3. Lupa : setiap individu U N I K.

Dari jutaan sperma yang menghampiri sel telur, hanya 1 sperma yang paling unggul, paling kuat, dan paling berkualitas yang mampu menembus ke dalam sel telur dan membuahinya. Baik sel sperma maupun sel telur turut bertanggungjawab menghasilkan zigot yang terlahir sebagai bayi mungil untuk orang tuanya. Tapi kenapa kebanyakan suami selalu membebankan pengasuhan dan pendidikan anak kepada istri? Bukankah anak itu hasil dari suami istri berdua?

Kemudian, betapa banyak orang tua yang kesulitan memiliki anak, bersedia mengeluarkan uang ratusan juta rupiah dan melakukan pengorbanan besar agar ada suara tangis bayi di rumahnya.  Tetapi, mengapa orang tua yang dimudahkan Allah untuk memiliki keturunan tidak mensyukuri hal ini?

idak jarang ketika orang tua greget melihat kenakalan anaknya lantas berkata,”Iiiiiiiiihh..!! Sebenarnya kamu anak siapa, siihhh!!!”

Jika terus menerus dibegitukan, lama-lama anak akan bertanya, “Iya, yah, aku ini anak siapa, sih?”

kembali, bahwa anak terlahir, apapun keadaannya, kekurangan dan kelebihannya,  itu atas kuasa Allah Azza wa Jalla semata. Ada anak yang terlahir normal, mewarisi kecerdasan, dan kelincahan. Ada pula yang terlahir dengan kekurangan  seperti: dislexia (kesulitan membaca), disgrafia (kesulitan menulis) dan diskalkulia (kesulitan berhitung). Semua itu adalah keunikan anak yang harus dihargai, disyukuri. Tentunya orangtua tidak bisa memaksa anak yang dislexia untuk cepat membaca, anak diisgrafia untuk menulis indah, dan seterusnya.

Perlakukan anak sesuai keadaan dan keunikannya.

Solusinya?

Setiap individu berbeda. Perlakukan ia sebagai pribadi yang unik.

Kekeliruan#4. Perbedaan Needs and Wants (Kebutuhan dan keinginan)

Anak menyukai design grafis, tapi orang tua ingin anaknya jadi dokter. Jelas dua kebutuhan dan keinginan yang berbeda ini menjadi pemicu salah paham dan ketidakharmonisan. Orang tua tidak punya banyak waktu untuk mempertimbangkan  keinginan anak. Orang tua mengabaikan kebutuhan anak. Akhirnya berujung pada pemaksaan kehendak dari orang tua kepada anaknya. Adu urat syaraf sudah menjadi skenario sehari-hari.Padahal yang menjalani hidup adalah anaknya, bukan orang tuanya. Yang kenal kemampuan diri sendiri adalah anak, bukan orang lain.

Ada pula orang tua yang sibuk bekerja dan memberikan apapun kebutuhan materi yang diperlukan anak. Padahal anak membutuhkan kasih sayang orang tuanya. Tapi orang tua merasa sudah mencukupi keinginan dan kebutuhan anak. Maka hancurlah hubungan. Satu sama lain tidak nyambung. Anak butuh A, orang tua ngasih Z.Â

Solusinya?

Sadari dan pahami bahwa keinginan dan kebutuhan tiap individu itu BERBEDA!

Kekeliruan#5. Tidak membaca bahasa tubuh

Ketika anak memecahkan gelas, otomatis sang ibu berteriak dan memarahi. Tak  jarang juga yang main fisik dengan memukul atau mencubit.  Seandainya ada rekaman video ketika anak menyenggol gelas dan memecahkannya, perhatikan ekspresinya. Mulutnya menganga, sekujur tubuhnya tegang tak berkutik, kedua tangannya kaku, ekspresinya menunjukkan kekhawatiran, rasa penyesalan dan ketakutan kalau dimarahi. Jika sang ibu membaca bahasa tubuh anak, masihkah tega untuk memarahinya? Anak sudah ketakutan, masih ditambah dengan dimarahi dan dipukul. Begitu berhargakah sebuah gelas dibandingkan perkembangan jiwa anak?

Solusinya?

Lidah bisa berbohong, tapi bahasa tubuh tidak. Baca bahasa tubuh.

Kekeliruan#6. Tidak mendengar perasaan.

Bayangkan anak Anda <atau suami Anda:ed>, pulang sekolah, kehujanan, membawa ransel berat di punggungnya, pulang ke rumah dengan sepatu belepotan  lumpur. Ia masuk dengan wajah cemberut, melepas sepatu yang penuh lumpur dengan  menendangnya, dan melempar tas ke mana saja. Padahal Anda sudah susah payah menyapu, mengepel dan membereskan rumah.

Apa yang Anda lakukan?

“Hei, apa-apaan kamu! Masuk gak salam, sepatu dilempar sembarangan, lantai  jadi kotor, tuh! Ayok beresin! Taruh yang bener!”

Sebagai anak, apa yang akan dilakukan? Sudah pasti langsung masuk kamar dan  menguncinya. Males ngomong dengan ibunya. Kita ulang lagi kejadian di atas. Ketika anak melempar sepatu dan tasnya,  perhatikan ekspresinya. Ya! Ia lelah, capek, lapar, pusing.

Ketika Anda mengenali perasaannya, dan berkata, “Wah, anak ibu sudah pulang. Capek, ya?”

Kira-kira, apa respon anak?

“Ngga!” sambil manyun. Setidaknya ia mau ngomong.

Jangan menyerah, coba kenali perasaan yang lain dan jangan takut salah. “Oh, pasti laper?”

Jawab anak, “Ngga!”

Ibu : “Lagi kesal?”

Anak : “Iya! Tadi PR aku ketinggalan di rumah. Aku disetrap Pak Guru. Eh, si Riko ngetawain aku di bangkunya. Pulang sekolah aku mau jajan, laper, tapi uangku hilang. Terus si Riko dan teman-temannya menjegal kakiku sampai aku jatuh. Aku kesakitan, tapi aku paksa aja karena mau pulang. Uuhh, di tengah jalan malah hujan. Mana becek lagi!”

Wow, ternyata masalah yang dihadapi anak begitu bertubi-tubi. Perasaan dia sedang marah, kesal, dongkol dan capek. Masihkah tega memarahinya?

Dari dua kejadian di atas, manakah komunikasi yang baik?

Solusinya?

Dengarkanlah perasaan. Tandai pesan dari gelagat dan bahasa tubuhnya. Jangkau perasan lawan bicara. Buka komunikasi dengan menamai perasaan lawan bicara, misal: Capek, ya? Marah? Wah, kesal, dong?.

Jangan takut salah, karena lawan bicara akan dengan senang hati membetulkan. O,ya, kalau ibu merespon dengan kata, “Duh, kasihan anak ibu.” Itu tidak tepat. Karena kasihan itu adalah perasaan ibu. Bukan perasaan anak. Dengan menyebut seperti itu, sama saja dengan menghentikan curhatan anak. Konsentrasilah pada perasaan anak. Biarkan emosi dan permasalahannya keluar sehingga ia tenang.

Kekeliruan#7. Menggunakan 12 gaya populer.

a. Memerintah.

b. Menyalahkan

c. Meremehkan

d. Membandingkan

e. Mencap/label

f. Menasehati

h. Membohongi

i. Menghibur

j. Mengritik

k. Menyindir

l. Menganalisa.

(Catatan penulis: yang dimaksud memerintah, menasihati dan menghibur di atas adalah ketika dilakukan dengan cara yang salah)

-Memerintah :

“Eh.. eh.. eh… jangan lewat situuu…!! ntar jatuuhhh..!!!”

Tapi anak makin penasaran, malah tambah ngebut main sepedanya. Akhirnya si anak beneran jatuh dan nangis sekencang-kencangnya.

-Menyalahkan

“Naaahh…kaann!! Jatuh juga! Mama bilang apa tadi? Kamu sih dikasih tau gak mau denger!” (Ya, iya, tau. Abisnya Mama gak bilang di situ ada lobang. Kalau bilang ada

lobang kan, saya gak akan lewat situ!”)

– Meremehkan

“Halaaah, luka kecil aja nangis!”

Anak meringis kesakitan, sambil megangin lututnya yang lecet dan berdarah. Kagetnya juga belum hilang.

(Luka segede ini masak dibilang kecil? Jadi luka gede itu seperti apa, yak?)

– Membandingkan

Anak dibawa ke dalam rumah. Di sana ada papanya. Kata papa, “Kemarin temen

kamu, si Difta, jatuh dari sepeda gak nangis, tuh!”

(Beeu… dia ya dia, gue ya gue!)

– Mencap/ label

Kata papa lagi, “Jangan cengeng, ah! Anak papah gak ada yang cengeng!”

(Ini nahan sakit bukan cengeng, plus sebel! Lagi sakit bukannya dihibur!)

– Mengancam

“Kalau masih nangis gak dibeliin mainan lagi, lho!”

(Ya, elaaahh….ditambah ngancem lagi, sebeeellll bin benciiiii!!)

– Menasihati

“Lain kali, kalau mama ngomong itu didenger yah!”

(iya, iya udah tauuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkk!!)

– Membohongi & Menghibur

“Ah, luka cemen gitu mah besok juga sembuh!”

Keesokan harinya, ketika mandi pagi, lukanya terkena air dan terasa perih.

Pikir anak: “Sakiiit, kata mama papa lukanya sembuh besok, ini kan udah besok, kok  belum sembuh?” –> anak bingung. Ia tahu kalau papa mamanya berbohong.

“Berarti bohong itu boleh, kan papa mama udah bohongin aku.” Si anak belajar bohong langsung dari orang tuanya sendiri.

-Mengritik

“Kamu tuh kalau dibilangin suka ngeyel, gak mau denger! Tau rasa kan akibatnya!”

(Isi sendiri deh, gimana perasaan anak kalau dibegitukan, hehehe)

– Menyindir

“Biasanya, kalau anak bandel itu suka sial nasibnya. Jatuuhh melulu!”

(…………..)

– Menganalisa

“Kalau seorang anak tidak mendengar nasihat ibunya, sudah pasti kualat tuh. Papa yakin kamu denger peringatan mama, tapi kamu langgar, kan? Mangkanya kamu jatuh. Itu peringatan buat kamu supaya lain kali jangan diulangi lagi!”

(Zzzzzzzzzzzzz)

Akibat menggunakan 12 gaya populer tidak pada tempat dan porsinya alias

sekenanya:

– Anak tidak percaya pada perasaannya sendiri. “Kata saya sakit, tapi kata mama, segini itu gak sakit.”

–  Tidak percaya pada diri sendiri.

Solusinya?

 <kita harus belajar memperbaiki pola pikir kita thd lawan bicara, meningkatkan kemampuan berkomunikasi :ed>

Kekeliruan#8. Tidak memisahkan: Masalah Siapa?

Ketika anak pulang sekolah, ia baru sadar kalau tugas prakaryanya yang belum selesai ketinggalan di rumah temannya. “Ibu,…tugasku ketinggalan di rumah temen. Padahal besok harus dikumpulin. Kalau belum selesai dan gak  dikumpulin, ntar aku dihukum bu guru. Anterin, dong, bu…!”

Sebagai orang tua tentu tidak tega melihat anaknya susah. Pilihannya dua, membantu atau membiarkan. Salah memilih tindakan, akan berakibat fatal bagi perkembangan anak. Tapi, sebagai orang tua harus bisa memisahkan masalah siapa. Prakarya ketinggalan di rumah teman adalah masalah yang ditimbulkan anak. Bukan masalah orang tua. Ajarkan anak untuk menyelesaikan masalahnya. Apapun pilihan anak,pasti ada konsekuensinya.

Jika orang tua berhasil dalam tahap ini, maka anak terbiasa untuk berpikir, memilih dan mengambil keputusan. Anak pun akan menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

Solusinya?

<Pikirkan bahwa>Anak perlu BBM : Berfikir – Memilih – Mengambil Keputusan.

Kekeliruan#9. Kurang mendengar aktif.

Betapa banyaknya orang tua yang sok tahu permasalahan anak padahal dia tidak  tahu apapun. Ketika anak mendapat nilai jelek, kesimpulan orang tua :malas belajar. Padahal ia sedang bermasalah dengan kesehatan matanya, temannya atau cara pengajaran gurunya.

Orang tua tidak punya waktu untuk mendengarkan permasalahan anak. Tidak heran banyak anak yang tidak patuh pada orang tua sendiri tapi nurut pada guru (yang baik) atau orang lain. Hal itu dikarenakan orang tua tidak menempatkan diri sebagaiproblem solving tapi malah nambah problem anak.

Jadilah cermin untuk menjadi pendengar aktif.

– “oo.. begitu?”

– “Hmm… masya Allah..”

– “… terus?”

– “Sedih bener, dong?”

– “Kecewa, ya?”

– “… hmm, mangkanya kamu marah betul…”

Solusinya?

Menjadi pendengar aktif akan membuka komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan lawan bicara.

Kekeliruan#10. Selalu menunjuk, “kamu!”

“Kamu, tuh, ya, jadi anak bla bla bla…!”

“Kamu, kok, begitu? bla bla bla..!”

Lawan bicara akan tersudutkan dan reflek untuk membela diri sehingga terjadilah cekcok.

Solusinya?

Seharusnya:

Sampaikan pesan S A Y A:

“Saya……. (sampaikan perasaan Anda)…….kalau ……… karena………..

Contoh:

“Papa tidak suka kalau kamu pulang malam karena berbahaya untuk kesehatanmu.”

—————- THE END ——————

Note : Catatan ini bukan antara orang tua dengan anak saja, tapi bisa juga

direfleksikan kepada suami/istri atau siapapun lawan bicara kita.

Semoga bermanfaat ^^

Bagi temans yang ingin nge share/copas/sebarluaskan, dipersilakan.

Alhamdulillahirobbil’alaamiin.

Amalia Husna M.

Narasumber : Dra. Elly Risman, Psi.

Seminar: Peran Komunikasi Orang Tua dalam Membangun Pribadi Anak yang Tangguh

Menyongsong Era Milenium Development Goals.

Tempat dan Waktu : Hotel Permata Cilegon, 21 April 2011


Monday, April 25, 2011

Berserah karena pasti ada hikmah :)

             Manusia yang seolah ingin mengatur Tuhan dengan segala keterbatasannya. Seolah “apa yang Tuhan mau” harus sama seperti “apa yang aku mau.” Berserah mungkin menjadi hal yang sangat sulit ketika keyakinan dan keiklhasan belum sepenuhnya mempunyai rumah di hati. Tapi bukankah segala sesuatu yang ditetapkan oleh Allah itu ada tujuannya? Seperti halnya usus buntu, organ yang di anggap tidak berguna dan sepele, ternyata usus inilah yang menjadi hunian aman bagi bakteri baik ketika seseorang terkena diare. Saat semua isi perut terkuras habis, maka dalam usus inilah, para bakteri tersebut bernaung agar tetap bisa bertahan dan tidak ikut keluar dari tubuh, semua itu demi menyelamatkan sistem cerna kita.


Dan pasti ada tujuannya…………….


Ada tujuannya mengapa kita dilahirkan dari ibu yang berbeda


Ada tujuannya mengapa kita dibesarkan dalam  keluarga yang berbeda….


Ada tujuannya kenapa kita memiliki teman yang berbeda…….


Ada tujuannya mengapa ada orang yang memusuhi kita………..


Ada tujuannya mengapa kita memiliki masalah yang berbeda…………………


Intinya, ada tujuannya mengapa kita memiliki hidup yang tidak sama dengan orang lain.


            Bukankah tidak ada kejadian yang tidak memiliki hikmah di dalamnya? Hal ini dikarenakan Tuhan Sang Pencipta bukanlah Tuhan yang sembarangan dalam mencipta. Ia membuat segala sesuatu untuk tujuannya masing-masing. Dengan mencari tahu dan memahami tujuan serta hikmah di balik setiap peristiwa, semoga kita akan lebih mudah memahami lembar-lembar buku kisah kehidupan diri sendiri, amiiiiin……


 


 


Dyah Ayu Paramita


we love you, its means letting you go my angel

 Masih jelas diingatanku bagaimana usaha dan keinginan mereka untuk memperoleh momongan, perasaan bahagia mereka mempersiapkan kehadiran bayi mungil yang akan segera memanggil mereka dengan sebutan ayah dan ibu.” 


“Setidaknya aku sudah pernah merasakan menjadi ibu selama 30 menit dan apapun jalan yang diberikan oleh Allah, nanti akan menjadi jalan yang terbaik kata-kata luar biasa yang aku dengar dari seorang ibu yang baru saja kehilangan anaknya. Rasa iklhas, sabar dan keyakinan yang penuh pada Yang Maha Pembuat hidup telah menguatkan mereka.


 Menjadi ibu bukan hanya sekadar memiliki anak dan merawat serta menjaga mereka menjadi besar. Menjadi ibu juga berarti berani dengan penuh cinta melepaskan anak ke tangan nasib atau merelakan anak melangkah di jalan takdirnya. Seorang anak yang kehilangan ibu disebut sebagai anak piatu, atau kehilangan ayah disebut yatim, atau bahkan kehilangan kedua orangtuanya disebut yatim piatu. Tapi tidak ada nama apapun yang dapat diberikan untuk seorang ibu yang kehilangan anaknya, mungkin karena peristiwa ini terlalu menyedihkan untuk dinamai, bagai hantapan kesedihan yang tidak berperi.


 Melepaskan bukan berarti tidak mencintai, tapi melepaskan terkadang menjadi bentuk cinta tertinggi yang bisa diberikan oleh seorang bunda kepada anaknya. InsyaAllah sekarang dedek azam sedang tersenyum di tempat yang terbaik di sisiNya, amin.


 


by : Dyah Ayu Paramita


Wednesday, March 16, 2011

Say No to ABORTION !!

Month Five.
Kamu pergi ke dokter hari ini. Tp Mom, dia bohong kepadamu. Dia bilang kalau aku tak ada. TAPI AKU ADA!!!!! MOM, DENGARLAH AKU, AKU BAYIMU. Mommy, apa itu ABORSI???
Month Six.
Aku bisa mendengar dokter itu lagi. Aku tidak suka dia. Dia sangat tidak berperasaan. Sesuatu datang mengancam rumahku. Dokter-dokter itu bilang itu jarum. Mommy apa itu??? TOLONG, AKU TERBAKAR! TOLONG HENTIKAN DIA! AKU TIDAK BiSA MELAWANNYA! MOMMY! TOLONG!!!
Month Seven.
Mommy, Aku baik-baik saja. Aku sudah bersama TUHAN. DIA MEMEGANG TANGANKU. Dan Dia telah memberitahuku apa itu aborsi. Mengapa kamu tidak menginginkanku, Mommy?
Every abortion is just…
Satu jantung LAGI yang berhenti berdetak. Dua mata yang tidak dapat LAGI melihat dunia. Dua tangan LAGI yang tidak akan pernah memegang. Dua kaki LAGI yang tidak akan pernah bisa berlari dan berjalan. Satu mulut LAGI yang tidak akan pernah bisa berbicara.


Mencegah Janin Gugur


“Penyebabnya bisa macam-macam,” kata dr. RB Ontowiryo HP, ahli kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Ibu dan Anak Harapan Kita, Jakarta. “Bisa karena tumbuh tumor atau myom pada dinding kandungan, bisa karena tali plasenta terjerat pada kaki sang bayi sehingga saat bayi bergerak plasenta tertarik dan terlepas. Kasus kecelakaan seperti perut sang ibu terbentur sesuatu tepat di mana plasenta melekat juga bisa menyebabkan plasenta terlepas.”



Penyebab lain, kasus pre-eklamsia (selama hamil mengalami kenaikan tekanan darah dan bagian tubuh tertentu membengkak). Beruntung kalau terlepasnya plasenta pada saat janin sudah cukup umur seperti yang dialami Yanti. Sebab bila terjadinya sebelum kandungan berusia 7,5 bulan (bobot bayi 1.400 -1.500 g), janin pada umumnya sulit diselamatkan.



Perdarahan pada masa kehamilan bisa juga gara-gara plasenta menutupi jalan bayi. Di sini letak plasenta tidak normal(plasenta prefia) yakni menjorok pada segmen bawah rahim, mengarah ke mulut rahim sebelah dalam. Dalam perkembangannya, semakin lama, plasenta semakin menutupi jalan keluar bayi. Kasus ini juga bisa mengakibatkan perdarahan karena terjadinya peregangan atau pengencangan bagian bawah rahim yang menyebabkan bagian bawah rahim tertarik sehingga penanaman plasenta sedikit bergeser.



“Namun, penanganannya lebih mudah dibandingkan dengan kasus pertama tadi,” kata dr. Ontowiryo. “Sebab perdarahan tidak berlangsung terus-menerus, tapi secara berulang, misalnya setiap 3 – 4 minggu sekali dan tidak terasa sakit. Sehingga sang janin bisa dipertahankan lebih lama,” tambahnya.



Untuk mempertahankan agar tidak terjadi kontraksi (usaha dari kandungan untuk mengeluarkan isinya), dokter memberikan obat, yang adakalanya diberikan lewat infus, sehingga kandungan tetap lemas dan plasenta tidak bergeser. Selama hamil tentu saja sang ibu disarankan untuk membatasi kegiatan sehari-hari (bed rest) sampai saatnya melahirkan.



Bercak darah dan ikatan mulut rahim



Karena kemungkinan risiko yang ditimbulkan, seringan apa pun perdarahan yang keluar semasa kehamilan haruslah diwaspadai. Kita mesti memantau apakah bercak darah hanya timbul sekali, ataukah berulang kali. Apakah bercak bertambah hebat dan disertai mulas atau tidak. Kalau bercak dibarengi mulas biasanya menunjukkan indikasi keguguran. Sebab itu begitu tampak keluar bercak merah, segeralah periksakan diri ke dokter dan beristirahat total.



Dengan beristirahat total, aliran darah ke dalam rahim menjadi baik sehingga perdarahan diharapkan akan berkurang. Untuk mengecek apakah janin masih hidup biasanya diperiksa dengan alat ultrasonografi (USG). Sementara, pengeluaran bercak tanpa disertai rasa mulas bisa diatasi dengan istirahat total ditambah obat penguat kehamilan.



Meski demikian, tak perlu juga kita cemas berlebihan bila terjadi perdarahan. Bisa saja perdarahan itu berasal dari mulut rahim yang mau terbuka, atau calon plasenta yang mau lepas, atau jalan bayi tertutup.



Kondisi mulut rahim yang kurang baik juga bisa menyebabkan perdarahan yang berakhir dengan keguguran. Misalnya, pembukaan mulut rahim sebelum waktunya. Masalah seperti ini banyak terjadi pada ibu yang sering mengalami keguguran atau sering melahirkan. Pada kasus yang terakhir ini, kondisi serviksnya kurang baik atau robekan di bagian vaginanya tidak tertutup dengan sempurna.



Untuk menghindari terjadinya keguguran, mulut rahim yang sudah agak terbuka tadi diikat atau dijerat dengan “pita” khusus dan baru dibuka kembali pada saat usia kehamilannya sudah cukup tua. Selama diikat, tidak disarankan berhubungan dengan pasangan sebab bisa menyebabkan kontraksi. Lagipula “pita” penjeratnya keras!



Ketika janin berhasil dipertahankan, setelah perdarahan, si ibu hendaknya memperhatikan kesehatan tubuh sambil tak lupa menghindari stres. Makanan yang dikonsumsi hendaknya bergizi tinggi seperti makanan kaya zat besi, kalori, dan protein. Ditambah lagi, cukup vitamin dan mineral. Mintalah nasihat ahli gizi agar tersusun menu yang diperlukan.



Ulah virus



Perdarahan selama kehamilan bisa pula merupakan indikasi adanya ketidakberesan pada kehamilan itu sendiri. Yang paling dicemaskan kalau terjadi pada triwulan pertama masa kehamilan. Perdarahan pada masa ini merupakan tanda-tanda akan terjadinya keguguran. Pada masa-masa awal kehamilan, janin memang masih lemah karena plasenta belum terbentuk. Perkembangan janin dari 1 – 3 bulan hanya tergantung dari peran hormon.



Secara alamiah, ada wanita tertentu memang “berbakat” mengalami perdarahan, yang kemudian diikuti keguguran. Untuk menanggulanginya, tentu harus dicari secara saksama penyebab utamanya. Setelah ditemukan penyebabnya, baru dilakukan tindakan medisnya.



Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah ketidakseimbangan atau gangguan hormonal. Pada kasus ini umumnya keguguran tidak bisa dihindari. Gangguan terhadap peran hormon penunjang kehamilan pada awal kehamilan 1 – 3 bulan menyebabkan janin tidak berkembang dan gugur. Supaya tidak terulang, sebelum menyiapkan kehamilan berikutnya, sang ibu diberi terapi hormon sampai kadar hormon dikatakan seimbang.



Janin tidak normal juga bisa berujung keguguran. Ketidaknormalan tadi salah satunya akibat kurang baiknya kualitas bibit. Misalnya karena usia sang ibu sudah di atas 35 tahun, menderita penyakit menahun atau berat seperti TBC usus atau bibit sang suami kurang bagus kualitasnya. Dengan sendirinya janin tidak akan terbentuk normal sampai akhirnya berhenti tumbuh.



Janin tidak normal, bisa pula akibat terkena infeksi macam toksoplasma (virus yang ditularkan oleh kucing dan burung), Rubella, Herpes Virus 1 dan 2 yang disebut TORCH. Kuman penyakit ini tidak bisa dibunuh tapi hanya diturunkan keaktifannya dan daya tahan tubuh ibu dinaikkan.



Karenanya, uji TORCH perlu dilakukan sebelum memutuskan hamil kembali. Bila kadar IGG (imunoglugolin) tidak naik lagi, berarti stabil atau turun (virus kalah dan tidak berdaya lagi). Si ibu boleh hamil kembali.



Durian dan tape dilarang?



Selain perdarahan, nutrisi ternyata juga perlu diperhatikan untuk mencegah keguguran janin. Sebab bukankah kehamilan harus pula didukung oleh nutrisi yang baik? Sayangnya, dengan sering mual, pusing dan muntah, acapkali sang ibu mengalami gangguan asupan nutrisi sehingga energinya terkuras serta aliran oksigen ke jaringan berkurang. Akibatnya bisa saja rahim tidak kuat mempertahankan janin.



Demikian pula apabila sang ibu mengalami anemia atau kekurangan sel darah merah. Makanan yang dibawa bersama sel darah merah pun menjadi berkurang sehingga suplai makanan kurang dan secara otomatis pertumbuhan janin terhambat. Sebab itu, setiap ibu hamil dianjurkan minum tambahan vitamin serta makan makanan yang memenuhi persyaratan gizi seperti yang dianjurkan dokter. Makanan berprotein tinggi serta sayuran dan buah-buahan lebih dianjurkan ketimbang makanan berkarbohidrat tinggi. Menu tinggi karbohidrat seringkali menyebabkan janin terlalu besar.



Selama hamil hendaknya juga dihindari makan makanan beralkohol tinggi macam durian dan tape.



“Semakin enak, biasanya semakin tinggi alkoholnya,” tambah dr. Ontowiryo. “Dan ini ikut menghambat pertumbuhan janin.” Kalau dikatakan bahwa nenas muda bisa menggugurkan kandungan, menurut dr. Ontowiryo tidak benar, kecuali kalau terjadi diare hebat yang menyebabkan mulut rahim mengendor. Dokter ini juga menambahkan, banyak minum air es tidak akan menyebabkan janin lebih besar kecuali kalau selalu diminum dengan sirop. Bahwa minyak kelapa yang konon dapat menyebabkan kelahiran lebih lancar, juga pandangan yang salah. “Minyak kelapa ‘kan hanya sampai usus, tidak ke vagina!” tegasnya.



Untuk mencegah terjadinya keguguran, selama hamil sebaiknya ibu tidak bekerja berat, terlalu capek, dan menghindari stres. Soalnya, stres yang berlebihan akan meningkatkan adrenalin sehingga terjadi penyempitan pada pembuluh darah yang berakibat kurangnya aliran darah ke rahim. Bila terjadi vaso kontraksi atau timbul reaksi kandungan untuk mengeluarkan bayi, dikhawatirkan akan terjadi keguguran.



Yang tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan diri menghadapi kehamilan. Bila sebelumnya dirasakan adanya kelainan, seperti tumbuhnya tumor, keputihan, infeksi leher rahim, kista, mengalami endometriosis, dll, perlu segera diperiksa dan diobati agar bila kehamilan tiba, janin bisa tumbuh baik dan lahir dengan selamat. (Nanny Selamihardja)